Tangisan di Surga (Bukan Indonesia nor Singapore)

ImageAku akan menceritakanmu sebuah kisah nyata. Ada seorang bayi yang tinggal di sebuah apartemen. Seperti  bayi pada umumnya, ia menggemaskan setiap pasang mata yang menangkap senyumnya. Tak perlu kawat gigi untuk membuat senyumnya menyenangkan karena jumlah giginya saja baru beberapa butir.

 

Kulitnya lebih lembut dari sehelai kain sutra sekalipun. Rambutnya pirang, ya pirang-pirang siji (artinya sedikit dalam bahasa Jawa). Jemari mungilnya selalu tampak memanggil-manggil untuk bermain dan bercanda bersamanya.

 

Keingintahuannya mengajak dia berpetualang ke sebuah pemandangan yang tidak terjangkau oleh retina orang dewasa. Dengan kedua kaki dan kedua tangganya ia coba menelusuri setiap tapak rangkaknya. Sebuah pemandangan berwarna biru makin membuatnya rindu bertemu. Makin mendekatlah bayi itu ke sana. Brak!

 

Seketika itu juga ada seorang pekerja rumah tangga yang tiba-tiba pucat. Sel-sel darah yang ada di tubuhnya seakan saling berkejaran. Jantungnya berdentum-dentum keras melebih suara drum musik metal.

 

Tak lama berselang, seorang lelaki paruh baya menemukan sebuah kerumunan dekat dengan apartemennya. Rasa keingintahuannya memuncak. Bertanyalah ia dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Kaget. Menyerobot. Menahan tangis. Lelaki paruh baya itulah yang mewariskan rasa keingintahuan sang  bayi.

 

Sang bayi ditemukan jatuh dari jendela apartemen. Tak bernyawa.

 

Lelaki itu pun membuat lagu untuk mengenang putranya. Judulnya Tears in Heaven. Ya, lelaki itu adalah Eric Clapton, seorang penyanyi di tahun 90-an. Kini, aku sedang mendengar lagunya. Kemudian, teringat dengan seseorang. Ya, saudara kembarku yang ‘jatuh’ akibat kesalahanku.*

 

Waktu dapat menggiringmu untuk tersungkur

Waktu dapat membuatmu bertekuk lutut

Waktu dapat mematahkan hatimu

 

Di malam yang menyesakkan,

 

Fauzi Santosa

 ____________________________________________________________________

 

*Peristiwa dijelaskan pada halaman 99 buku Kumpulan Cerpen #followers, Serpihan Rasa di Social Media

 

Dengar lagunya di mana aja boleh

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s