Dia Terbakar

http://www.facebook.com/notes/latansa-izzata-dien/dia-terbakar/10151546111952857

 

Dia terbakar, lebih panas dari fantasi yang berkelakar. Dia kesepian seperti jalan raya yang penuh keheningan. Dia hidup di dunia.

 

Dia pernah berbicara pada dinding, saking tidak ada lagi yang bisa diajak bicara. “Mengapa tak ada yang memperhatikanku?” katanya suatuhari pada dinding. Dinding tak sedikit pun mengeluarkan suara. Si dia puntertunduk lara.

 

Tampak seperti seorang gadis, tapi dia menyala. Begitu cerah,dia bisa membakar mata kita. Lebih baik melihat ke arah lain. Kita tidak akanpernah lupa namanya.

 

Menatapnya seperti menatap matahari, sinarnya terang sekali.Hingga orang-orang pun tak ada yang memerhatikannya. Semua sibuk denganpekerjaan masing-masing. Tak ada yang menyadari dia terbakar hamper habis.

 

Saling bertatapanlah orang-orang, saat dia pergi menghilang karenamereka dapat melihat api yang tidak ada lagi di mata mereka. Perhatikan ketikadia menerangi malam. Tidak ada yang tahu bahwa dia kesepian.

 

Orang-orang yang ada di situ pun berisik. Nyalakan!

 

Dia terbakar. Sumbu petromaks itu.

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “Dia Terbakar

  1. ‘hamper’ itu kayaknya auto correct dari word ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s