Monthly Archives: September 2013

30 DAY CHALLENGE DAY 20: Konser Siapa yang Pernah Kamu Datangi?

Concerts I have attended

Sejujurnya saya jarang datang ke konser. Kalau saya datang, biasanya ketika musisi tersebut menjadi bintang tamu dalam sebuah acara sekolah atau kampus. Itu juga tidak semua yang didatangi, tergantung mood. Bahkan, saya juga tidak pernah datang ke konser terbesar di universitas saya.

Image

Adera
Adera (lahir di Jakarta, Indonesia, 6 Januari 1986; umur 27 tahun) adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Adera memulai kariernya di dunia musik pada tahun 2011. Album pertamanya ialah Lebih Indah dirilis pada tahun 2011. Adera adalah anak dari penyanyi Indonesia Ebiet G. Ade. Adera melaksanakan konser megakaryanya pada 29 Desember 2012 di dome UMM. Acara ini menghabiskan dana sekitar 30 juta yang kesemuanya ditanggung mahasiswa fakultas kedokteran UMM.

Image

Edcoustic
EdCoustic adalah grup musik nasyid di Indonesia yang berasal dari Bandung yang mengusung konsep musik humanis religius. Dibentuk pada 25 Mei 2002, dengan dua orang anggota yakni Aden (Vokalis) dan Eggie (Gitaris). Grup ini mengambil jalur musik pop progressif dengan sentuhan akustik.

Image

Gradasi
Gradasi merupakan salah satu grup nasyid Indonesia. GRaDaSI merupakan akronim dari Getar Suara Dakwah dalam Seni Islam yang didirikan sebagai kelanjutan dari suatu eksperimen dari beberapa personel tim nasyid yang bertemu di sebuah forum silaturahim nasyid se-Jabotabek pada tahun 1999, dan akhirnya pada tanggal 6 April 1999 terbentuklah tim nasyid yang diberi nama dengan Gradasi. Dengan mengusung konsep a capella dan selalu mengusung tema-tema yang berbeda (alam, religi, lingkungan dan humanisme) dalam setiap albumnya, mereka mempunyai penggemar yang luas.

Image

Izzatul Islam
Tim nasyid Izzatul Islam dibentuk oleh para aktifis dakwah kampus dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Depok. Di sela-sela kuliah, mereka aktif berlatih di mushalla kampus bernama Mushalla Izzatul Islam.

Image

Justice Voice
Justice Voice adalah grup nasyid asal Jogja yang terbentuk sejak tahun 1998. Saat itu formasi awalnya terdiri dari Adewansyah Mahlan, Eko Priyanto, Nanang D. H., dan Asep Sudirman. Setelah beberapa kali berganti personil, saat ini Justice Voice terdiri dari Fatah (vocal), Eko Priyanto (vocal 2), Fely Hilman (baritone), Asep Sudirman (lead vocal), Faris (lead vocal) dan Wahyu (additional voice).

Image

Maliq & D’Essentials
Maliq & D’Essentials adalah sebuah band beraliran jazz yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Maliq adalah kepanjangan dari Music And Live Instrument Quality. Sejak penampilannya yang menawan pada pergelaran Jakarta International Jazz Festival 2005, popularitasnya semakin meningkat terutama di kalangan anak muda Jakarta.

Image

Nidji
Nidji merupakan penyempurnaan nama dari kata NIJI yang diambil dari bahasa Jepang yang berarti pelangi. Para personel telah menyukai dan menyetujui konsep dengan nama itu, karena kata Nidji sangat merefleksikan warna musik mereka yang beragam serta berbeda satu sama lain, namun bisa membiaskannya dalam satu warna musik.

Image

Snada
Kelompok yang mendapatkan namanya dari seorang kyai kondang, KH. Toto Tasmara ini menjadi ikon nasyid Indonesia. SNADA memberikan jalan dan menjadi pioneer bagi tim-tim nasyid muda yang bermunculan secara cepat dan mengagumkan di seluruh pelosok nusantara. Merekalah kelompok nasyid pertama yang membawa nasyid ke sekolah, kampus, hotel, perhelatan pernikahan, konferensi, dan event  lokal, nasional, regional, dan bahkan internasional.

Advertisements

13 Comments

Filed under Uncategorized

30 DAY CHALLENGE DAY 19: Kota Apa yang Paling Bagus untuk Ditinggali?

Image

 

gambar pinjam dari: http://mrbarlow.wordpress.com

 

A list of all the places I’ve lived at

1. Pasuruan, Jawa Timur
Saya lahir di kota ini belasan tahun silam. Tepatnya, di daerah Purwosari. Sebenarnya, orang tua saya tidak tinggal di sini. Namun, di sini adalah tempat tinggal keluarga ibu saya. Melahirkan di Pasuruan membuat masa pra dan pasca persalinan menjadi lebih mudah untuk dijalani.

2. Bekasi, Jawa Barat
Setelah saya cukup bisa untuk beradaptasi dengan planet bumi ini, saya pun pindah ke daerah Margahayu, Bekasi. Saya tinggal di Bekasi hingga usia saya hampir tiga tahun. Kami sekeluarga pindah mengikuti kepindahan tempat bekerja bapak saya.

3. Majene, Sulawesi Barat
Kamu tahu tepatnya di mana? Ya kalau tidak tahu tinggal tanya Om Google. Kota ini dulunya berada di Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi setelah adanya pemekaran menjadi Sulawesi Barat. Saya menghabiskan masa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar hingga kelas tiga.

4. Dumai, Riau
Kalau yang ini sedikit lebih terkenal dari tempat sebelumnya. Kota yang dikenal dengan kota minyak ini membawa banyak kenangan untuk saya. Mungkin karena umur saya juga lebih besar sehingga bisa mencerap banyak hal yang saya alami dan amati di sana.

5. Tangerang, Banten
Saya pindah ke Tangerang saat semester terakhir dari masa Sekolah Dasar saya. Agak tanggung juga untuk pindah. Selain itu, prosesnya rumit juga. Meski begitu, mama saya juga belum bisa pindah di saat yang bersamaan, karena … saya tidak tahu kenapa. Mungkin masalah ke-PNS-an beliau yang terbilang baru. Saya juga bingung kenapa saya harus langsung pindah dengan bapak saya. Apa agar lebih mudah saat pendaftaran SMP?

Ternyata tidak juga. Saya mendaftar SMP Negeri di bilangan Jakarta Barat. Itu artinya, saya termasuk dalam kategori pendaftar dari non-DKI yang hanya diberi kuota lima persen. Untung saja masih diterima di pilihan kedua. SMA saya juga masih di bilangan Jakarta Barat (https://latansaide.wordpress.com/2009/07/03/akhirnya-saya-tahu-besok-harus-ke-mana-4/). Padahal, saya dulu ingin sekali bersekolah di sekolah asrama yang terletak di Tangerang Selatan (https://latansaide.wordpress.com/2009/06/01/al-hamdu-lillahi-rabbil-alamin%E2%80%8E/).

6. Depok, Jawa Barat
Sejak kuliah saya tinggal di kos-kosan Depok. Kosan saya yang pertama dekat dengan Fakultas Hukum. Memang, awalnya saya diterima di FH (https://latansaide.wordpress.com/2011/06/29/akhirnya-saya-tahu-besok-harus-ke-mana-2/). Namun, setelah ikut tes lagi di tahun yang sama, saya diterima di Fakultas Ekonomi (https://latansaide.wordpress.com/2011/07/20/akhirnya-saya-tahu-besok-harus-ke-mana-3/). Saya hanya menempati sebulan di kosan tersebut. Selanjutnya saya pindah ke yang lebih dekat. Kosan ini lumayan bagus. Keberadaan wifi kencangnya sangat membuat saya senang.

Di awal semester ini, saya mencoba untuk tidak lagi ngekos dan tinggal di rumah Tangerang. Awalnya terasa enak karena sering diantar sampai kampus dan dijemput dari kampus. Namun, hari-hari indah itu usai. Ternyata, capek juga ternyata setiap hari bergelantungan di kereta.

Saya putuskan untuk ngekos lagi. Kosan yang sekarang jauh lebih sederhana. Tidak ada wifi lagi, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Bedanya, di sini banyak teman sefakultas. Hari ini hari pertama saya ngekos di tempat baru. Well, semoga betah 🙂

 

7. Di Mana Ya Bagusnya?
Saya masih memendam keinginan untuk tinggal di luar negeri, minimal enam bulanlah. Ya, dulu waktu SMA saya sama sekali tidak mendaftar ke perguruan tinggi luar negeri manapun. Saya berfokus untuk bisa diterima di Universitas Indonesia, kampus saya sekarang. Saya juga mendaftar ke PTN-PTS lain dan selalu diterima dengan jurusan yang sama: akuntansi. Beda dengan teman sebangku saya, ia sibuk mendaftar PT-PT luar negeri. Akhirnya, nasib kami berujung pada usaha masing-masing. Saya dapat akuntansi UI, dia di luar negeri.

Alasannya mengapa harus UI atau minimal di Indonesia? Haha, alasan orang idealis. Mau coba berdakwah ‘di sini’, lebih strategis. Ya, semoga selalu dikuatkan ya. Sebenarnya agak malu juga sih kalau ngaca -_-“

13 Comments

Filed under Uncategorized

Bingung? Sama, Aku Juga

Kepo? Kamu suka kepo? Maksudnya, kamu suka kepoin orang? Iya, aku juga.

 

Sering, habis aku nge-kepo-in orang, aku mikir, kenapa aku nggak se-amazing dia?

 

Kenapa aku nggak bisa kayak dia?

 

Di manakah letak SWOT-ku ya, itu, strengths-weaknesses-opportunities-threads aku yang beda sama dia?

 

Atau ini karena aku aja yang kurang gigih mengubah nasib?

 

Kurang gigih? Emangnya aku udah ada upaya?

 

Terus kenapa lampu sorot itu tidak pergi menyinariku?

 

Atau aku berdiri pada panggung yang salah? Audience yang tidak tepat?

 

Lalu di manakah aku harus berdiri?

 

Mungkinkah aku sudah one-step-closer sama panggung aku? Tapi aku tidak berani untuk menaiki tangga ke panggung?

 

Kamu di mana? Iya, kamu!

 

Entah kenapa aku merasa butuh orang yang bisa membantuku untuk berani melangkahkan kaki.

 

Apa kamu masih bersembunyi? Atau kamu selalu ada di belakangku tanpa kusadari?

 

Bagaimana kalau ternyata aku ada di pinggir jurang?

 

Yang justru one-step-closer sama kejatuhan aku?

 

Kamu di mana? Iya, kamu!

 

Yang harusnya berteriak untuk mengingatkanku terhadap jurang itu?

 

Apa kamu memang ‘belum’ ada?

 

Apa mungkin—sekali lagi—aku ‘kurang gigih’ untuk mencari kamu, untuk sekadar menemuimu?

 

Bagaimana caranya aku dapat menemuimu?

 

Ataukah belum saatnya aku menemuimu?

 

Kapankah-waktu-yang-tepat?

 

Kemudian, sekarang aku di mana? Kalau kamu, kamu di mana?

 

Dia di mana?

 

Bingung? Sama, aku juga.

5 Comments

Filed under Uncategorized

30 DAY CHALLENGE DAY 18: Saya Jarang Menonton TV

Saya akan menjelaskan acara TV yang saya kecanduan untuk menontonnya. Namun, saya jarang menonton TV. Gimana dong?Image

 

Gambarnya pinjam dari: http://www.ebay.com/itm/2013-New-fashion-cute-cartoon-plush-TV-LED-embellish-cloth-dust-cover-for-32-/181178565724?pt=LH_DefaultDomain_0&hash=item2a2f15845c

6 Comments

Filed under Uncategorized

#1hari1kebajikan – 30 DAY CHALLENGE DAY 17: Bagaimana Strategi Investor Sukses?

What do you want to be when you get older?

–Get wealth, spread kindness

Credit by @asteroiidea

Sabtu, 14 September 2013, Wealth Expo Indonesia 2013 diawali oleh Merry Riana, Asia’s #1 Female Motivational Speaker. Perempuan muda ini terlihat menakjubkan dan menawan dalam busana merah. Cantik, energik, penuh semangat dan semua yang dari hati sampai ke hati. Inspiring and empowering session. Begitulah kesan-kesan yang ditangkap oleh para peserta. Berikut kutipan-kutipan darinya:

Karena titik awal keberhasilan adalah impian. Apa mimpi sejuta dolarmu?
Tes atau ujian dalam mengejar mimpi harus dilalui untuk menguji keseriusan kita mengejar mimpi sejuta dolar kita.
Lakukan hal yang kecil dengan jiwa yang besar.
Untuk mencapai mimpi sejuta dolar,ada harga yang harus dibayar, salah satunya KERJA KERAS.
Bukan karena tidak ada rintangan kita optimis, justru karena kita optimis, rintangan bukanlah halangan.
Ingat, ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan. Bayarlah sekarang selagi Anda masih muda.
It’s not just about achievement, it’s about fulfilment. Bagaimana kita membuat dan merasakan hidup ini berarti.
“Protect your dream”
Dream. Action. Desire. Fulfilment.
Have a vision, make action and gather a passion with fulfillment.

Setelah itu, Adam Khoo tampil kembali. Kenapa tampil kembali? Tentu saja, acara ini diselenggarakan oleh PT Adam Khoo Learning Technologies Group. Ia menjelaskan tentang 4 (empat) kunci untuk investor sukses.

Rumusnya adalah WWW.HM. Berinvestasi yang menguntungkan semuanya tentang…
20% WHAT to buy -> fundamental analysis
10% HOW MUCH to buy -> risk management
30% WHEN to buy -> technical entry signals
40% WHEN to sell -> technical exit signals

Selanjutnya, dia menjelaskan tentang strategi investor sukses.

  1. Identifikasi bisnis yang sangat bagus
  2. Beli ketika harga saham undervalued (lebih rendah dari nilai intrinsiknya) dan pada sebuah tren naik
  3. Jual ketika saham berbalik menuju sebuah tren turun

To achieve this you must understand the business behind the stock,” katanya. Ia meneruskannya dengan 8 langkah membeli saham dengan potensi pertumbuhan tinggi dan risiko rendah. Delapan langkah tersebut akan saya jelaskan di postingan selanjutnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Mohammad Ismail Gafoor (Mohd Ismail), CEO Propnex. Ia memulainya dengan menceritakan tentang keluarga dan masa kecilnya yang keras. Ia harus bangun setiap harinya pukul 4 pagi dan mengantarkan koran. Di awal usia 20-annya, ia mulai mengenal bisnis property dan membuat satu juta dollar pertamanya saat usia 28 tahun.

Sebelum pembicara terakhir, ada Han Budiyono, renowned entrepreneur, educator, & business coach. Ia sangat sadar bahwa peserta gregetan kenapa lagi-lagi (dan lagi) bukan Chris Gardner yang muncul. Meski begitu, materi dan presentasinya sangat oce. Salah satu yang hebat adalah simulasi apakah bisnis kamu sudah bisa berjalan sendiri meski kamu tidak ada.

Hari ini adalah hari Senin. Berbulan-bulan sebelumnya, kamu telah menyiapkan suatu proyek yang sangat penting dan akan disepakati pagi ini pukul 9. Namun, karena kamu masih mengurusnya hingga tadi malam, hari ini kamu bangun kesiangan. Jam menunjukkan pukul 8.30 pagi. Kemudian, apakah kamu sanggup menelepon orang kepercayaan kamu di kantor seperti ini, “Halo, saya bangun kesiangan hari ini. Sepertinya tidak akan sampai ke lokasi pukul 9. Lagipula, kepala saya masih nyut-nyutan efek begadang. Begini saja, kamu saja yang handle semuanya. Beri saya kabar baik pukul 12 siang nanti ya!” Kalau tidak sanggup, berhenti baca di sini.

Tidak cukup sampai di situ. Sanggupkah kamu menghubungi orang itu kembali dengan berkata, “Wah, sepertinya saya perlu cuti tiga hari ini. Tolong jangan hubungi saya, telepon, BBM, WA, SMS, e-mail, apa pun itu hingga tiga hari ke depan ya!” Kalau tidak sanggup, berhenti baca di sini.

Terakhir, apa setelah tiga hari itu, kamu sanggup menghubunginya kembali, “Saya mau liburan ke tempat yang jauh nih selama tiga minggu. Tolong jangan hubungi saya, telepon, BBM, WA, SMS, e-mail, apa pun itu hingga tiga minggu ke depan ya! Kamu Cuma boleh kirim email ke saya tiap weekend, itupun tentang kenaikan profit mingguan.”

-_-“ … sesuatu banget

Pembicara terakhir yang paling ditunggu-tunggu adalah Chris Gardner, inspirasi kehidupan nyata di balik Hollywood Superstar berdasarkan karakter Will Smith pada blockbuster “The Pursuit of Happyness”, how one man went from homeless to Hollywood. Namun, sebelum dia naik panggung, saya sudah keburu pulang karena perjalanan pulang cukup jauh dan memakan waktu. Kemacetan Jakarta mampu membuat kepekatan malam datang lebih cepat.

6 Comments

Filed under business, motivation

#1hari1kebajikan – 30 DAY CHALLENGE DAY 16: Bagaimana Cara Menjadi Orang Kaya?

If the world were to end tomorrow, what would you do with your remaining time on earth?

–> Still doing #1hari1kebajikan

Image

Jumat dan Sabtu kemarin, saya menghadiri Wealth Expo 2013 di Kota Kasablanka, Jakarta. Tiketnya saya dapat dari blogprita secara gratis, karena dia ada agenda lain yang harus dihadiri. Semoga Prita selalu menjadi hartawati yang baik hati.

Acara ini bertemakan “Transform Your Life with The World’s Top Financial Minds”. Pembicara pertama adalah Adam Khoo, Asia’s Top Success Coach, Hedge Fund Manager, dan Best-Selling Author.

Beliau mengawali seminarnya dengan berita online mengenai Indonesia adalah negara yang pertumbuhan ekonominya tercepat di dunia. Tentu ini disesuaikan dengan tepat di mana dia melakukan seminar (hehe).

Selanjutnya ia menjelaskan tentang penghasilan aktif dan pasif. Menariknya banyak juga yang tidak tahu apa itu. Penghasilan aktif adalah menjual waktumu untuk uang. Kamu akan mendapatkan gaji jika bekerja. Sumber penghasilan hanya satu. Sedangkan penghasilan pasif adalah penghasilan yang berasal dari aset-aset yang memproduksi penghasilan. Contohnya bisnis, property, dan asset intelektual (kekayaan intelektual seperti paten dan sebagainya).

Kemudian ia bertanya, “What is wealth?” Jawabannya adalah jumlah bulan/ tahun di mana kamu dapat tahan dengan gaya hidup kamu jika kamu berhenti bekerja sekarang. Menurutnya, rumusnya adalah w=Active Income/(Lifestyle expense-passive income)

Pak Adam pun menjelaskan tentang kunci untuk menciptakan kekayaan. Orang-orang menengah ke bawah dikondisikan untuk mencari pekerjaan dan menhasilkan penghasilan dari satu sumber (penghasilan aktif). Mereka menemukan bahwa mereka tidak pernah cukup untuk membayar semua pengeluaran. Mereka berjuang secara financial dan terjebak dalam “rat race”. Orang kaya menjadi kaya dengan menciptakan atau membeli asset yang memproduksi penghasilan seperti bisnis dan real estate. Bisnis menghasilkan laba. Real estate menghasilkan uang sewa. Aset-aset tersebut naik nilainya dan memberikan laba luar biasa ketika dijual.

Bagaimana para triliuner menciptakan kekayaan mereka? Bill Gates, Donald Trump, Ray Kroc, Warren Buffet, Li Kah Shing, dan sebagainya… ternyata mereka membeli perusahaan-perusahaan sukses.

Jika kamu menginvestasikan $10,000 di McDonalds pada 1980, investasi kamu akan bernial $1.47 juta pada Februari 2012. Jika kamu menginvestasikan $10,000 di Dairyfarm (7 Eleven, Giant, Cold Storage) pada 2000, investasi kamu akan bernilai $240,000 pada 2012.

Ada juga cara lain, yaitu sesuatu yang disebut Real Estate Investment Trusts (REITs). REITs membuatmu untuk memiliki portofolio property dengan mendapatkan penghasilan pasif (5%-8%).

  • Dengan minimal investasi kira-kira $600
  • Tanpa membayar materai dan pajak pada penghasilan sewa
  • Tanpa susah-susah mengambil pinjaman hipotek (KPR) yang besar, mangatur penyewa, mengelola property, dan sebagainya
  • Dengan kemampuan untuk memiliki banyak property unggul dan memecah risiko.
  • REITs menyalurkan 90% dari penerimaan sewa mereka ke kamu setiap tahun!

Image

Pelajaran yang didapat dari Adam Khoo hari itu adalah jika kamu ingin jadi kaya, kamu harus memiliki bisnis dan real estate. Pasar modal membuat kamu bisa membeli dan memiliki bisnis yang sukses tanpa risiko dan kerumitan jika kamu memulai bisnismu sendiri. Kamu dapat menjadi karyawan dan menikmati manfaat dari menjadi pemilik beberapa perusahaan yang secara publik terdaftar di pasar modal. Pasar modal juga membuat kamu bisa membeli asset real estate dengan modal sangat kecil dan mendapat penghasilan sewa (lewat Real Estate Investment Trusts).

Sebenarnya, ada banyak cara lain untuk menjadi kaya. Waktu itu pernah diberikan dalam training Ippho Santosa, antara lain menjadi penemu sesuatu yang sangat berguna untuk masyarakat dan mematenkannya, menjadi artis terkenal, menjadi penulis yang bukunya sangat meledak, menjadi raja (pemimpin negara), menjadi deal maker (negosiator), dan sebagainya.

Setelah istirahat makan siang dan salat Jumat, pembicara selanjutnya adalah Fabian Lim (Asia’s Leading Internet Marketing Expert), Mario Singh (Pendiri dan CEO FX1 Academy), dan James Gwee (Indonesia’s Leading Trainer in Sales and Peak Performance). Sayangnya, saya harus mengejar kereta ke Universitas Indonesia untuk mengahadiri kelas Pengauditan 1.

Untuk keesokan harinya (Sabtu), akan diceritakan di postingan selanjutnya ya…

2 Comments

Filed under Uncategorized

30 DAY CHALLENGE DAY 15: Anak Cerdas Hadiah dari-Nya yang Menyembuhkan Kita

Photo of someone you fancy at the moment

 

Saat kecil, saya suka main tamiya dan berbagai mobil-mobilan lainnya. Saya juga suka main beyblade, gasing yang bentuknya lebih modern dan ada di kartun televisi. Bisa dikatakan, saya jarang bermain mainan yang berbau anak perempuan.

Mungkin, itu karena kakak dan adik saya keduanya laki-laki. Saya sempat punya Barbie, tapi karena iseng dibongkar kakak dan adik saya, saya jadi takut dengan kepalanya yang terlepas dari tubuhnya. Kelihatannya seperti manusia kena mutilasi.

Waktu pun berjalan dengan cepat. Ketika itu saya sudah SMA dan mama melahirkan anak lagi. Seorang bayi permpuan yang sangat mungil. Besarnya sama dengan guling bayi. Bobotnya sangat ringan, tidak sampai 3 kilogram.

Orang tua saya bingung. Menurut USG, anak dalam kandungan berjenis kelamin laki-laki. Nama yang disiapkan tidak bisa diapakai lagi. Waktu itu akan diberi nama Azka Hafi dan nama belakang yang sama dengan nama-nama yang ada di milik kakak-kakaknya. Berhari-hari setelah kelahirannya, namanya hanya Azka tanpa nama tengah.

Hafi dihapus selain karena seperti nama laki-laki, menurut kamus bahasa Arab saya artinya orang yang kelaparan. Azka (anak cerdas/ suci) tetap dipakai karena dianggap cocok juga untuk anak perempuan. Bapak saya mencoba menawarkan berbagai nama, Senarai (daftar), Serenade (rayuan musik), dan lain-lain. Akhirnya terpilihlah Syafina. Artinya? Kata orang tua saya sih “yang menyembuhkan kita”. Kenapa? Karena tiga anak lainnya tidak mau jadi dokter, sedangkan orang tua saya ingin sekali punya anak dokter. #tepokjidat

Kelahiran anak perempuan ini sangat membuat orang tua saya bahagia. Mereka senang punya anak perempuan (lagi). Lah saya? Kayaknya kurang ‘girly’ gimana gitu ya (yang bener sih bikin orang ‘geli’ karena kelakuan-kelakuan anehnya). Orang tua menganggap adik kecil ini sebuah hadiah dari Tuhan. Disematkanlah nama “Gif”. Bukan, ini bukan tipe gambar yang bisa bergerak-gerak itu. Ini penyederhanaan dari kata “gift” yang bermakna “hadiah”. Jadilah namanya Azka Gif Syafina.

Setiap bulan, saya selalu memposting foto-fotonya di blog Multiply saya. Sayangnya, foto-foto itu tidak sempat terselamatkan karena dihapusnya fitur blog di situs Multiply. Saya pernah iseng mencarinya di Google, beberapa ada.
Image

Adik kecil ini sekarang sudah berusia 4 tahun. Dan saya? Tentunya sudah tambah tua ya hehe. Menariknya, adik kecil ini jauh lebih muda dari usia akun Yahoo, Gmail, Facebook, dan Twitter saya. Apalagi dibandingkan lama saya mengenal dunia blogging. Terus? Ya udah saya mau ngasih tahu aja hehe.

Kini dia… cewek banget… Pintar dandan, tahu mana baju yang bagus, suka aksesoris, dan sangat menjaga penampilannya… Saya? #ahsudahlah

Image

4 Comments

Filed under Uncategorized