30 Days Challenge Day 21: Need Refreshing Answers

Image

Turn on’s and off’s

“Pak, maaf, saya mau bertanya. Baiklah kalau Bapak mengatakan jika nggak menganut agama A, orang akan masuk neraka. Tapi bagaimana bila ada orang yang menjalani hidup sejak kecil di pulau terpencil. Dia nggak bertemu pengajar agama, nggak bertemu orang yang mengarahkan kepercayaannya. Dari mana dia tahu ada agama A. Lalu, masa dia masuk neraka?”

Kutipan tersebut adalah ucapan dari Ken Dean Lawadinata saat pelajaran agama di sekolahnya dan ia tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Ken adalah CEO Kaskus. Ternyata, kberadaan Kaskus hingga hari ini diwarnai oleh pengalaman-pengalaman masa kecil dirinya yang suka mengkritisi banyak hal.

Namun, saya sedang tidak ingin cerita soal Kaskus. Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya mengambil mata kuliah Akuntansi Syariah. Jika kelas ini memenuhi ekspektasi saya, saya akan menjadikan Syariah sebagai konsentrasi (peminatan) saya.

Entahlah, mata kuliah ini jauh dari harapan saya. Saya kira saya akan menemukan bagaimana sesungguhnya sebuah transaksi bisa dikatakan halal atau tidak. Dari mana kita bisa menentukannya? Dari buku. Dari mana buku tahu? Dari Alquran dan Hadis. Selain itu? Dari ijtihad, qiyas, ijma, dan urutannya. Memangnya benar harus begitu? Kalau iya, apa benar makna dari sumber-sumber tersebut begitu? Bagaimana kalau ternyata salah menafsirkan? Bagaimana kalau hadisnya tidak valid? Bagaimana dengan konteks masyarakat dewasa ini? Dulu ‘kan tidak ada bank, apa bisa kita menyamakan bank dengan trader zaman dulu? Bagaimana dengan konsep time value of money? Mengapa jika bertanya ke bankir syariah jawabnya, ‘jangan samakan ekonomi syariah dan perbankan syariah’? Apa benar konsep transaksi syariah seperti yang  di buku itu akan menjaga agama, jiwa, dan akal manusia?

Ada yang bisa bantu jawab?

10 Comments

Filed under Uncategorized

10 responses to “30 Days Challenge Day 21: Need Refreshing Answers

  1. Dailynomous

    Tapi bagaimana bila ada orang yang menjalani hidup sejak kecil di pulau terpencil. Dia nggak bertemu pengajar agama, nggak bertemu orang yang mengarahkan kepercayaannya. Dari mana dia tahu ada agama A. Lalu, masa dia masuk neraka? | ahlul fitrah jawabnya, dalam islam dapat dijabarkan dengan beberapa metode, seperti kisah ayahanda dan bunda Rosul kala itu, mereka wafat ketika rosul belum diangkat menjadi rosul. ada email, semoga saya bisa menjawab perihal kontroversinya syariah ekonomi yang diterapkan di Indonesia. salam.

  2. Uci

    wah.. untuk mengetahui ekonomi yang benar dalam AQ, dibutuhkan ilmu tafsir Lan, biar bisa dilihat prinsip ekonomi yang benar itu seperti apa? tapi untuk mendalami ilmu tafsir butuh ilmu bahasa, metode ilmiah, melihat konteks ayat, ilmu terkait, dan ilmu pembangunan..

    yang pada intinya, saya belum bisa bantu jawab :p😀

  3. Nggak dapat mata kuliah Akuntansi Syariah😦

  4. Pertanyaan pertama itu mudah jawabannya.

    Pertanyaan kedua perlu membuka wawasan yang seluas-luasnya dan bersabar (dalam pro-aktif). Coba ajak ngobrol dengan Pak Muhammad Civic.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s