#IndonesiaTanpaFitnah Hati-Hati dalam Menuliskan Sesuatu di Dunia Maya!

Di dunia maya, informasi dapat tersebar dengan cepat dan luas. Namun, seringkali informasi yang tersebar itu tidak sesuai dengan kenyataan/ tidak valid. Diperlukan adanya konfirmasi terlebih dahulu sebelum menulis di dunia maya. Bisa-bisa, kita terseret kasus hukum.

Kemarin, terdapat berita tentang aktivis Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Jakarta Depok Bekasi (FSLDK Jadebek) yang meminta maaf karena memfitnah Al Kahfi. Di Harian Kompas (30/10) halaman 31, terdapat permintan maaf dan klarifikasi fitnah aktivis FSLDK Jadebek bahwa Yayasan Al Kahfi bukan aliran sesat dan tidak sama dengan JIL.

Image

Yayasan Al Kahfi, Organisasi Apa Itu?
Yayasan Al Kahfi adalah lembaga organisasi dakwah, sosial, pendidikan, dan penyantunan dengan cabang di berbagai kota Indonesia. Program Yayasan Al Kahfi sangat banyak. Programnya tidak hanya bidang pendidikan saja, tetapi juga penelitian, diskusi ilmiah, dakwah terprogram, pembinaan moral, pengiriman tenaga ahli di berbagai daerah, penerbitan, seni (alkahfinita), penyantunan, dan berbagai aksi sosial lainnya di Indonesia. Saat ini Yayasan Al Kahfi telah memiliki cabang lebih dari 20 kota di Indonesia.

Behind the Scene Kronologi Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Yayasan Al Kahfi
Dody Wijaya menerangkan di akun Twitter-nya (@DodyInspirasi) terkait iklan permintaan maaf dan klarifikasi terhadap fitnah yang dilakukan Danu Wijaya (tidak satu keluarga dengan Dody meski nama belakangnya sama) yang merupakan aktivis FSLDK Jadebek kepada Al Kahfi di Kompas (30/10).

Tahun 2010-2013 Al Kahfi melakukan pengembangan program di Jabodetabek, banyak sekolah dan Dinas Pendidikan yang bekerja sama dalam bentuk Pelatihan Character Building, Pembinaan Rohani Islam (Rohis), Training Emotional Spiritual Achievement (ESA), dan lain sebagainya. Pada prinsipnya, program Al Kahfi diterima di sekolah-sekolah salah satunya karena pendekatan ilmiah dalam mengkaji nilai-nilai Islam dan moral universal. Ternyata dalam dakwah dan pembinaan karakter juga berlaku hukum kompetisi produk (istilah agamanya fastabiqul khairat). Dalam berkompetisi kegiatan, ada yang menggunakan cara sportif dan ada yang tidak sportif, salah satunya dengan fitnah lembaga, pemikiran, dan lain-lain.

Karena banyak peserta yang ikut, banyak sekolah yang melakukan kerja sama, dan didukung banyak pihak, mulailah dilancarkan “serangan” terhadap Al Kahfi. Yayasan Al Kahfi difitnah sebagai Jaringan Islam Liberal (JIL) oleh Herriy Cahyadi (@herricahyadi) dan Danu Wijaya (menyebutkan di tulisan fitnah tersebut Media Center FSLDK Jadebek). Kejadian tersebut terjadi bulan Februari-Maret 2012, melalui Twitter, SMS broadcast, mailing list, dan lain-lain. Al Kahfi dihajar dengan fitnah yang keji.

Ratusan aktivis, peserta kegiatan, orang tua siswa, hingga guru menjadi korban. Nama Al Kahfi hancur lebur. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Banyak orang tua telepon, donatur Al Kahfi bertanya, dan beberapa lembaga sekolah memutuskan kerjasama program. Al Kahfi sabar.

Pendekatan kekeluargaan Al Kahfi tempuh, seperti tabayyun (cek dan ricek/ konfirmasi) dengan alumni Rohis SMAN 62 Jakarta, dialog dengan beberapa alumni rohis, dan memberi penjelasan ke guru. Al Kahfi tetap di hajar dengan opini yang lebih masif, peserta kegiatan diboikot tidak boleh menjadi aktifis rohis, setiap program Al Kahfi di curigai.Setiap Al Kahfi mengadakan program pembinaan, salah satunya di @rohis28jakarta, satu hari sblmnya selalu diopinikan sesat. Entah itu JIL, NII (Negara Islam Indonesia), atau Syiah.

Al Kahfi terus melangkah, kerugian moral (nama baik dan kredibilitas lembaga), material (terputusnya kerjasama program) terus dialami. Beberapa usaha membuahkan hasil, salah satunya Rohis SMAN 98 Jakarta meminta maaf di website resmi, Al Kahfi terima. Berikut salah satu dokumentasi permintaan maaf.

Image

Tidak lama setelah beberapa pihak meminta maaf (alumni Rohis SMAN 62 di forum tabayyun, Rohis SMAN 98 Jakarta di website) Al Kahfi “dihajar” lagi. Pada 5 April 2012, bersumber dari artikel Danu aktivis FSLDK, Majalah Hidayatullah memuat artikel “Liberal Mengincar Pelajar” isinya FITNAH. Berikut beritanya Hidayatullah 5 April 2012.

Image

Pada 9 April 2012, Al Kahfi mengirim protes dan keberatan ke redaksi dan dewan pers. Akhirnya ditanggapi Hidayatullah dengan diberi hak jawab. Tanggal 2 Mei 2012, hak jawab di Majalah Hidayatullah diterbitkan setelah banyak korban fitnah berjatuhan.

Image

Pada 26 April 2012, tulisan Danu Wijaya yang sempat hilang setelah permintaan maaf Rohis 98 kembali di publikasikan NII Crisis Center (NCC). Kali ini tuduhannya Al Kahfi adalah NII. Kontradiksi seperti kutub utara dan selatan, liberal versus fundamental. Setelah JIL sekarang NII. Tulisan itu dilanjutkan dengan seminar NCC ‘Sosialisasi Anti Radikalisme Atas Nama Agama di Kalangan Pelajar’, salah satunya membhs Al Kahfi sama dengan NII.

Pada kesempatan Dody mengisi seminar di Dinas Pendidikan tentang Radikalisme Pelajar bersama Askobi dan NCC, Dody mengajak tabayyun setelah seminar. Alhamdulillah, pihak NCC mau terbuka, mengklarifikasi, dan menyadari kekeliruannya serta sadar telah diadu domba. Di website resmi, NCC telah mengklarifikasi bahwa Al Kahfi bukan NII, clear. Narasumber NCC, Mas Ken Setiawan dan Pak Sutisna, menyebutkan kalau mereka mendapat data tulisan Danu dari salah satu oknum alumni Rohis.

Al Kahfi tidak membalas fitnah dengan fitnah, karena

  1. Kalau memfitnah juga, apa bedanya Al Kahfi dengan mereka kalau sama-sama suka fitnah
  2. Al Kahfi adalah organisasi dakwah yang mengajarkan nilai-nilai Islam, Islam sangat keras mengutuk tukang fitnah seperti perumpamaannya yaitu makan bangkai saudara sendiri,dan lain-lain
  3. Moral fitnah akan ditiru oleh kader-kader di bawah, yaitu untuk sukses bersaing dengan cara fitnah, sehingga membentuk mental dan karakter kader tukang fitnah.
  4. Al Kahfi mempunyai produk kegiatan (materi dakwah, metode dakwah) yang menarik, tidak takut ber-fastabiqul khairat dengan cara fair. Bukan sebaliknya.

Karena sudah keterlaluan, langkah kekeluargaan, tabayyun, dialog, musyarawah sudah Al Kahfi lakukan, Al Kahfi menggunakan hak Al Kahfi sebagai badan hukum. Al Kahfi menempuh langkah hukum dengan mengangkat kuasa hukum Taufik Basari (@TaufikBasari) and Associates. Beliau pakar politik hukum.

Bulan Juli, Taufik Basari mengeluarkan Somasi Terbuka di Harian Republika untuk yang memfitnah Al Kahfi akan ditempuh langkah hukum. Selama Juli – Agustus selain Somasi Terbuka juga somasi kepada Danu Wijaya. Mendekati deadline 4 Agustus, Danu dibela Zainuddin Paru.

Somasi kedua kepada Danu sudah diberikan melalui kuasa hukumnya Zainuddin Paru. Mereka menolak meminta maaf dan meminta untuk meneruskannya di pengadilan. Dody tidak ingin membahas terlalu detail. Pada prinsipnya, Laporan Polisi (LP) di Polda Metro Jaya dan penyidikan sudah berjalan, terakhir tahap Saksi Ahli.

Setelah pihak mereka ganti kuasa hukum, kasus sudah di Polda, dan Pemeriksaan Saksi-Saksi hingga terlapor, dimulailah proses perdamaian. Lebih dari tiga kali deadlock proses perdamaian.

Akhirnya, Danu mau meminta maaf di media massa dan media sosial serta tertulis. Masalah berakhir dengan penulisan di media Kompas oleh pihak Danu, penghapusan tulisan di beberapa blog yang masih tersisa yang mengandung fitnah, serta penulisan di blog dan akun Facebook pribadi. Setelah itu Al Kahfi mencabut laporan kepolisian di Polda Metro.

Al Kahfi tidak ada niat sedikit pun untuk menempuh jalur hukum kecuali sudah sangat terpaksa. Al Kahfi berharap masalah ini selesai dan menjadi ibrah, menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak mudah MENUDUH dan MEMFITNAH tanpa dasar. Bukankah di Islam kita diberikan pelajaran tentang tabayyun?

Dengan demikian, masalah Al Kahfi telah clear, terbukti bahwa Al Kahfi bukan aliran sesat dan tidak sama dengan JIL.

Iklan permintaan maaf telah dimuat, kasus sudah selesai. Apa yang tadi Dody sampaikan hanya luapan kegembiraan Al Kahfi atas permintaan maaf dan klarifikasi dari fitnah yang Al Kahfi alami satu tahun tiga bulan ini. Semoga tidak ada lagi fitnah yang Al Kahfi alami. Dody berharap teman-teman aktivis Al Kahfi di manapun bisa mengendalikan diri untuk tidak berlebihan berkomentar terhadap penyelesaian kasus ini.

Dody dalam tweet-nya mengajak kita untuk menjaga sikap, menjaga etika, dan kita menunjukkan kalau kita punya kepribadian ilmiah agar tidak menyerang balik dengan cara-cara yang tidak elegan. Menurut saya, siapa pun kita sebaiknya begitu. Ia juga mengatakan bahwa biarkan kasus hukum ini selesai, tinggal beberapa tahap lagi. Al Kahfi menunggu penyelesaian terbaik di akhir, tidak lagi molor sesuai kesepakatan.

19 Comments

Filed under Uncategorized

19 responses to “#IndonesiaTanpaFitnah Hati-Hati dalam Menuliskan Sesuatu di Dunia Maya!

  1. mba nya aktivis Al Kahfi ya ? baru tahu kasus ini saya…

  2. Motif-nya apa ya kok Al Kahfi jadi sasaran fitnah?

  3. ew. disekolah gue juga ada :v

  4. harumhutan

    urusanya emang ribet kalo uda gini.
    emang harus hati hati dlm sgala hal apalgi menyangkut akidah ya

    dan dunia maya itu emang seperti bom..

  5. Salut sama sikapnya Al-Kahfi soal menghadapi fitnah dengan ga bersikap terlalu reaktif. Semoga dengan ujian ini, merupakan bentuk cinta Allah untuk membesarkan yayasan ini.

    Meski ga terlalu paham kasusnya, yg pasti #IndonesiaTanpaJILdanNII

  6. Saya salah satu korban dari fitnahan ini mba…
    Sampai2 saya dikeluarkan paksa sama ibu saya dari kampus saya di Surabaya…
    Akibatnya saya di press abis2an dirumah dan dikira orang dicuci otaknya…
    Kejam sekali yang memfitnah…

  7. Pingback: [#IndonesiaTanpaFitnah] Ternyata, #AkibatFitnah Itu Banyak | IDE-IDE Latansa

  8. Jie

    semoga semua korban fitnah bisa tau tentang berita ini supaya bisa evaluasi diri dan kembali mendukung semua program2 yayasan al kahfi yang sudah jelas dapat memberikan kontribusi positif dimasyarakat. #IndonesiaTanpaFitnah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s