[#IndonesiaTanpaFitnah] Ternyata, #AkibatFitnah Itu Banyak

Artikel ini adalah artikel lanjutan saya mengenai ini https://latansaide.wordpress.com/2013/10/31/indonesiatanpafitnah-hati-hati-dalam-menuliskan-sesuatu-di-dunia-maya/. Kalau belum baca link tersebut silakan baca terlabih dahulu.

___________________________________________________

Kemarin (1/11), Dody mendapat pesan dari mereka (pihak yang memfitnah) untuk menghentikan tweet Dody tentang kasus fitnah terhadap Al Kahfi. Alasan mereka adalah karena sudah perdamaian dan sudah meminta maaf kok masih digebuki. Selain itu, mereka lebih melihat hasil akhir: damai. Sehingga, menurut mereka Al Kahfi jangan membalas, titik. Mereka mungkin merasa dengan meminta maaf dan mengklarifikasi di media satu hari bisa langsung menghapus akibat satu tahun tiga bulan tersebut.

Apa yang Dody tulis kemarin hanya menjawab pertanyaan publik, seperti donatur, stakeholder, dan masyarakat umum yang ingin tahu konteks iklan tersebut. Jika itu terkesan pelaku tersudut, menurut Dody itu adalah hal yang alamiah dan konsekuensi logis.

Terstigma dan tercap sebagai aliran sesat, identik dengan JIL dan lain-lain selama satu tahun tiga bulan itu lebih menyakitkan dan menderita. Bayangkan Anda dan keluarga tidak pernah menjadi koruptor kemudian diteriaki koruptor. Tidak pernah meneror tapi Anda dijuluki teroris. Bayangkan Anda dan keluarga setiap hari selama satu tahun tiga bulan diteriaki sebagai maling uang rakyat, teroris, bagaimana rasanya?

Kontrak kerja Anda diputus, Anda dipandang minor, kegiatan Anda dibenci, apapun yang Anda katakan dianggap salah dan hanya pembelaan. Ribuan kader, simpatisan, guru-guru yang mendukung Yayasan Al Kahfi selama satu tahun tiga bulan merasakan akibat fitnah Al Kahfi sesat atau JIL.

Peserta kegiatan dan kader Al Kahfi yang merupakan pelajar di Indonesia, khususnya Jabodetabek, merasakan betul akibat fitnah tersebut. Beberpa hari sebelum training ESA (Emotional Spiritual Achievement, salah satu program Al Kahfi), dihembuskan issue Al Kahfi adalah JIL. Dari tulisan tersebut, banyak peserta batal mengikuti training tersebut.

ESA, Acara Apa Itu?
ESA adalah kependekan dari Emotional Spiritual Achievement, sebuah training untuk pelajar Muslim yang mengajarkan untuk meyakini bahwa Allah adalah sebenar-benarnya Tuhan yang layak disembah karena keberadaannya dapat dibuktikan dengan ilmiah. Selain itu, juga diajarkan bahwa hanya Islam-lah satu-satunya agama yang benar dengan penjelasan yang menggunakan metode ilmiah. ESA Jabodetabek sudah beberapa kali diadakan, seperti di Universitas Indonesia, Universitas Al Azhar Indonesia, serta di banyak SMA dan SMK Negeri.

Image

Akibat Fitnah
Kerugian moral dan material terus saja ada. Pernah di SMAN favorit Jakarta, sampai-sampai guru meminta maaf dan menginvestigasi karena peserta anjlok dan mengakibatkan ratusan konsumsi sia-sia. Setelah training ESA ada program pembinaan secara reguler. Karena disebarnya issue tersebut, peserta yang aktif di program reguler pun menjauhi Al Kahfi. Tidak hanya peserta kegiatan, di ruang guru pun tulisan disebar. Mulailah Al Kahfi menjadi pembicaraan di guru. Akhirnya, banyak yang menaruh curiga. Guru yang termakan opini melakukan banyak reaksi. Ada yang melarang peserta mengikuti kegiatan Al Kahfi dan ada yang sekedar mengingatkan untuk berhati-hati.

Karena issue menyebar luas, beberapa sekolah memutuskan kerjasama, Al Kahfi tidak ada kesempatan membela diri karena opini sangat massif. Berikut contoh-contoh akibat fitnahnya.

  • Banyak sekolah yang telah termakan issue, meskipun masih banyak juga yang menaruh kepercayaan kepada Al Kahfi karena melakukan cek dan ricek.
  • Orang tua peserta kegiatan juga menerima informasi fitnah baik lewat handphone atau internet. Akhirnya, banyak orang tua melarang anaknya aktif di Al Kahfi.
  • Ratusan donatur tidak lagi berdonasi ke Al Kahfi, padahal program santunan yatim piatu dan dhuafa yang juga dikelola Al Kahfi 100% dibiayai donasi.
  • Salah satu Dinas Pendidikan di Jabodetabek sempat termakan opini dengan tidak merekomendasikn kegiatan Al Kahfi. Padahal, sebelumnya sudah merekomendasi
  • Kader Al Kahfi di tingkat pelajar diteriaki “Awas JIL lewat”, ketika mereka lewat. Apalagi ketika menawarkan kegiatan Al Kahfi. Mereka dilarang menjadi Ketua Rohis (Rohani Islam) ataupun pengurus inti Rohis karena aktif di kegiatan Al Kahfi. Stigma yang dicapkan adalah Al Kahfi lebih bahaya dari NII.
  • Di salah satu sekolah di Jaksel, anak-anak yang mengikuti Al Kahfi dikumpulkan, dipanggil orang tuanya, dan disuruh menandatangani surat pernyataan bahwa mereka tidak ikut Al Kahfi. Jika msh ikut, para pelajar tersebut diancam nilai mata pelajarannya dikurangi hingga diancam tidak naik kelas. Akhirnya, pengurus Al Kahfi melakukan klarifikasi ke sekolah tersebut.

Di akhir, Dody dalam tweet-nya sangat yakin banyak sekali cerita-cerita akibat fitnah dari kader, simpatisan, dan peserta kegiatan Al Kahfi yang bisa di-share. Dengan demikian, apa yang Dody tulis tidak ada kepentingan untuk menyerang FSLDK/ pelaku fitnah. Dody hanya menunjukkan apa yang Al Kahfi terima satu tahun tiga bulan yang sangat luar biasa ini. Dari situ, Al Kahfi belajar arti kesabaran dan kebersamaan dalam menegakkan kebenaran.

Silahkan untuk teman-teman yang punya cerita akibat fitnah bisa di-share, agar publik tahu betapa zalimnya akibat fitnah.

8 Comments

Filed under islam

8 responses to “[#IndonesiaTanpaFitnah] Ternyata, #AkibatFitnah Itu Banyak

  1. Tina Latief

    seram saya mendenar kata fitnah, apalagi terkait fitnah negara..
    tapi memang susah kalau tidak konsisten, kita bilang fitnah itu kejam, tetapi di luar sana kita tidak berusaha meredam..

  2. “a hasiba nnaasa an yutrakuu an yaquuluu aamannaa wa hum laa yuftanuun..”

    semangat mbak…
    Semoga tetap istiqamah…

    Innal baathila kaana zahuuqaa

  3. Wah, mestinya gambarnya ta kasih watermark, hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s