Monthly Archives: April 2014

Emang iya ya? Kok punya saya masih limit 150? – with Nika

View on Path

2 Comments

Filed under Uncategorized

Sir @DedyDahlan ‘s #PassionShow Live Passion Coaching #KomunitasBerbagiPassion

“Nothing is hard to do once you understand it. This is why you want to match up with experience.”

–Dawn Abraham

 

Kalau biasanya saya menulis review dari seminar atau talkshow, kali ini saya menulis mengenai coaching. Apa itu coaching? Coaching adalah proses membantu orang lain (coachee) tampil di puncak kemampuannya. Coach membantu coachee mengidentifikasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan sehingga coachee dapat menemukan jawaban-jawaban yang sangat personal agar mampu mengembangkan kekuatan mereka. Peran Coach adalah untuk membantu orang tersebut dalam mengatasi resistensi internal dan gangguan yang ada, memberi umpan balik atas perilaku, serta memberikan tips dan bimbingan.

 

Image

 

Hari Kamis, 17 April 2014, saya menghadiri #PassionShow Coaching di Jakarta Design Center. Acara ini diselenggarakan oleh Inspira Asia, Passion Activation. Passion Show adalah Workshop Passion melalui Live Coaching yang dikemas dalam kemasan Stand Up Comedy.

 

Image

Acara ini diawali dengan opening act stand up comedy oleh Luqman Baehaqi. Saya suka dengan joke-nya yang mengenai dongeng Indonesia yang ceritanya tidak solutif dan inspiratif. Yah, saya juga bingung dengan dongeng Indonesia. Namun, jangan salah, dongeng luar negeri juga kadang berbahaya. Hal ini pernah saya kupas secara tidak ilmiah dan tidak sistematis di Dongeng Anak Terkadang Berbahaya, yang karena permasalahan server diskusi yang ada di kolom komentar terhapus semuanya.

 

Image

Formula passion yang ia kembangkan adalah

How do you enjoy what you do (Passion/ suka)

… through means that fits you and your best skills … (Identity/ jago)

… and give the right effort for a worthy cause. (PayOut/ dibayar).

 

Dalam coaching ini selain dibimbing untuk membangun karir dengan hati, saya juga dapat inspirasi-inspirasi tentang profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak pernah ada dan sekarang malah dibutuhkan. Banyak orang bertanya, untuk apa sih saya menghadiri acara ini? Jawabannya sederhana. Sebagian besar kehidupan kita dihabiskan untuk bekerja. Lalu, jika kita tidak enjoy dalam bekerja, otomatis kita tidak enjoy dalam kehidupan.  

 

Kalau kamu sekarang sudah bekerja, apakah coaching ini akan membuatmu resign atau pindah karir? Tidak juga. Sebetulnya acara ini akan merancang keberhasilan kamu dalam profesi kamu yang ‘Gue Banget’! Bisa jadi, profesi kamu sekarang sudah ‘Gue Banget’ sehingga tinggal dikembangkan agar lebih bersinar. Namun, kalau ternyata justru profesi yang sekarang belum ‘Gue Banget’, berarti kamu harus segera merancangnya sesuai yang ‘Gue Banget’.

 

Last but not the least, ada Bonus Stand Up Show “Ikatan Suami Takut Istri”. Makin seru, deh! Oya, kalau kamu mau bebas bicara passion, yuk gabung di Komunitas Berbagi Passion.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

#PassionShow oleh @DedyDahlan #KomunitasBerbagiPassion di Jakarta Design Center – at Petamburan, Jakarta Pusat

View on Path

Leave a comment

Filed under Uncategorized

By My Side

All the fears you feel inside
And all the tears you’ve cried
They’re ending right here

I’ll heal your hardened soul
I’ll keep you oh so close 
Don’t worry, i’ll never let you go

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Life is busy, but it’s always worth reflecting (Cerita Pemilu April 2014)

Howdy!

It’s been a few weeks since your last post – we know that sometimes life gets in the way. But it’s always good to stop for a moment and write about what’s happening

Yeah, beberapa hari yang lalu inbox mendapat email dari WordPress yang isinya seperti di atas.

Akhirnya, saya ingin bercerita tentang praktik pemilu yang baru saja saya jalani.

Pemilu 9 April lalu merupakan kegiatan mencoblos yang kedua setelah pemilihan walikota. Jadi kalau sebelum-sebelumnya (yaitu 5 tahun lalu) saya tulis di blog kalau saya golput, ya terang saja. Saya ‘kan memang belum punya hak suara saat itu. Percuma mau suruh saya memilih juga tidak bisa. Paling-paling… aku memilih setia #eh

Sehari sebelumnya, saya baru saja menyelesaikan UTS yang telah… #ahsudahlah. Pulangnya, entah kenapa saya tertarik membuat status yang mengatakan saya tidak ingin memilih salah satu parpol. Sontak saja, komentar-komentar yang negatif bermunculan walau lebih banyak lagi yang like dan berkomentar positif. Ada juga yang bilang, saya ikut-ikutan si abang. Perasaan saya sih, saya duluan yang tidak suka parpol tersebut sebelum si abang.

Alhasil, saya pulang dari kampus saya di Depok menuju rumah saya di Tangerang. Pagi-pagi mama membangunkan untuk siap-siap ke TPS. Saya pun mandi. Saat mandi, mama tanya KTP saya di mana, mau diurus ke TPS karena kami sekeluarga tidak punya surat undangan.

“Itu, Ma, di tas. Nah di dalamnya ada dompet… KTP-ku di dompet…” jawab saya.

“Mana? Nggak ada tuh di dompetnya?”

Saya pun meraih dompet saya yang tebal itu. Bukan karena banyak uangnya, tapi banyak bon dan kartu. Saya cari di tempat biasa. KTP saya NGGAK ADA! Nah lho! Baru juga punya KTP sudah hilang… Saya bingung, agak panik. Nggak lucu dong kalau saya nggak bisa milih gara-gara lupa taruh KTP di mana.

Mama teriak, “Paspor! Pake paspor aja!”

Oh iya bener. Saya pun mengingat-ingat menaruh paspor di mana… Deg, paspor saya di kosan. Masak iya saya harus ke Depok dulu. SIM? Belum punya. Namun, saya jadi teringat pernah memfotokopi KTP untuk dokumen pembuatan SIM yang belum dibuat juga. Saya menemukan fotokopian KTP di sela-sela bon dan kuitansi.

Singkat cerita, mencobloslah saya siang harinya. Untungnya petugasnya mau menerima fotokopi KTP. Jari saya lalu mengungu (menjadi ungu).

 

Jari si adik juga ikut-ikutan mengungu.

—–

Kemarin, saya meratapi eh menatapi kuku jari kelingking saya yang bekas tintanya sulit dihilangkan. Penampakannya seperti pemakaian kutek yang gagal. Saya jadi berniat memakai kutek beneran biar tidak jelek-jelek amat. Kemudian saya sadar kalau saya tidak punya kutek. Lebih tepatnya lagi, saya tidak pernah pakai kutek dan tidak tahu caranya.

Saat dijemput untuk pulang ke rumah, di mobil Mama saya bercerita.

“Kamu tahu nggak?”

“Nggak tahu. ‘Kan Mama belum bilang…”

“Emang iya… Tahu nggak kalau pemilunya diulang?”

“Hah apa? TPS kita juga?” saya kaget.

“Iya. Pagi tadi. Dan sekarang udah sore.”

“Lah trus suara aku gimana? Kok nggak bilang-bilang? Tahu gini ‘kan aku pulangnya kemarin.”

“Nah ini juga Mama baru tahu.”

Yah, terus ngapain dong kemarin saya mengungukan jari? Saya tepok jidat. Kemudian, saya menemukan berita-berita kalau banyak tempat-tempat lain yang pemilunya juga diulang. Saya tepok jidat lagi. Yang bisa saya lakukan hanya bisa berdoa. Semoga saja untuk selanjutnya tidak begini lagi.

2 Comments

Filed under Uncategorized