Belajar di Tempat Haram

Dosen: Dalam Alquran, untuk umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat, sedang umat nonmuslim dikenakan jizyah atau pajak. Jadi, umat Islam sebenarnya haram untuk membayar pajak.

 

Saya: Hah?

 

Dosen: Begitu juga dengan turunan pajak, hukumnya haram. Ingat kisah Bani Israil ketika turun perintah haram mengonsumsi babi? Bani Israil memang tidak mengonsumsi babi. Mereka beternak babi untuk diambil minyaknya. Minyak itu digunakan untuk bahan untuk mengecat perahu atau pernis. Kemudian mereka menjualnya ke pasar dan mendapat uang. Memang, mereka tidak makan babi, makannya sayur, buah, ikan, tapi uangnya dari penjualan minyak babi. Allah kemudian melaknat mereka menjadi kera dan babi.

 

Saya: Lho, ini ‘kan universitas negeri? Berarti kita kuliah di tempat haram dong? ‘Kan pembiayaannya juga dari pajak?

 

Dosen: Kamu jangan su’uzhzhan (berprasangka buruk–red) gitu dong! Memangnya sudah pasti dari pajak? Jangan menyimpulkan secara sederhana begitu!

Image

Saya: *ngomong dalam hati #akurapopo padahal di laporan keuangan universitas ini jelas-jelas ada penerimaan dana APBN yang unsurnya dari penerimaan pajak oleh negara -_-“

 

*BeginilahKalauKuliahAmbilSyariah

3 Comments

Filed under Uncategorized

3 responses to “Belajar di Tempat Haram

  1. mhilal

    Hhaaa….. dosennya ndak jelas itu :LOL:

  2. Kampus adalah ruang produksi buruh, ruang pencaplokan pengetahuan lokal, ruang kolonisasi moda pengetahuan kampung. Kmpus tak menuntun kita agar lebih sensitif terhadap realitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s