Bahwa Ternyata Dunia Nyata

Waktu masih kanak-kanak,
kupikir kasus-kasus pembunuhan
yang ada di komik detektif kala
itu sangatlah kejam.
Waktu aku beranjak dewasa,
aku barulah tersadar
bahwa ternyata dunia nyata
jauh lebih kejam.

Di komik, pelaku harus turun tangan
untuk melakukan aksi pembunuhan.
Di dunia nyata, pelaku menghilangkan
nyawa orang tanpa mengotori tangannya.
Di dunia nyata, pelaku membunuh orang
tanpa membuat korban meregang nyawa.
Di dunia nyata, kadang bukanlah jasad
yang dibuat kaku, tapi yang lainnya.

Di komik, sang detektif bisa percaya
saat minta tolong pada keluarga,
kerabat, teman, siapa saja yang dikenal.
Di dunia nyata, tak ada yang layak
untuk selalu diberi rasa percaya.
Bahkan, bayangan kita sendiri juga
meninggalkan kita saat kegelapan.

Di komik, pelaku dengan sangat sadar
tahu dirinya melakukan pembunuhan.
Di dunia nyata, pelaku tidak jua
tahu dirinya melakukan pembunuhan.
Tak jua sadar meski seringlah ia
mendapat peringatan dari sekitar.
Tetap melakukan hal-hal yang
hanya menuruti hawa nafsunya saja.
Saat semua sudah sangat terlambat,
hanya bisa menangis dan berteriak,
“Mengapa aku tak pernah diingatkan?”

Waktu aku beranjak dewasa,
aku barulah tersadar
bahwa ternyata dunia nyata
jauh lebih kejam.

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Bahwa Ternyata Dunia Nyata

  1. kebaikan dan keburukan akan selalu ada
    dan dunia tidak selebar daun kelor🙂 #nggakNyambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s