Tag Archives: akui

Apa yang Special Bulan Oktober Ini?

Di bulan Oktober ini, saya akan membahas tentang kondisi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) yang ternyata sangat memprihatinkan. Benarkah FEUI adalah fakultas ekonomi/ sekolah bisnis terbaik di Indonesia? Tulisan ini saya ambil dari twitter @BEMFEUI dengan beberapa penambahan oleh saya.


Berdiri sejak 1950, FEUI merupakan fakultas ekonomi tertua di Indonesia. Sejak masa orientasi kampus, mahasiswa didoktrin dengan kata-kata “Kampus Ekonomi Terbaik di Indonesia”. Hal ini dikarenakan hingga kini FEUI telah berhasil mencetak lulusan-lulusan terbaik negeri yang sedang dan berpotensi memegang peranan penting  di ranah politik, pemerintahan, akademis, ekonomi, dan dunia bisnis di Indonesia. Berikut nama-namanya.

– Politik dan Pemerintahan

  • Armida Alisjahbana, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada Kabinet Indonesia Bersatu II
  • Darwin Zahedy Saleh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia
  • Faisal Basri, ekonom dan politikus. Aktif sebagai tenaga pengajar
  • Muliaman Darmansyah Hadad, mantan Deputi Gubernur BI, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan, Direktur World Bank

– Akademis

– Ekonomi dan Bisnis

Namun, yang menjadi pertanyaan besar, masihkah FEUI menjadi fakultas terbaik dalam bidang ekonomi dan bisnis?

Berawal dari gagalnya FEUI meraih Akreditasi internasional, Associates to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB), kualitas FEUI sebagai fakultas terbaik di Indonesia yang bergerak di bidang bisnis mulai diragukan. Akreditasi AACSB merupakan pengakuan formal akan institusi bisnis yang telah memiliki kualitas dunia dengan standar pendidikan paling hebat. Keraguan ini semakin besar karena faktanya tahun ini, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB UGM) menjadi kampus pertama di Indonesia yang meraih akreditasi AACSB. Ditambah lagi, School of Business and Management Institut Tekonologi Bandung (SBM ITB) telah mengirimkan eligible forms kepada AACSB sebagai syarat pertama untuk mendapatkan akreditasi AACSB. Selain itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) tengah mempersiapkan proposal pengajuan akreditasi AACSB. Bahkan, untuk tujuan tersebut FEB sempat mengundang Vice President of AACSB Asia Dr Eileen Peacock untuk mengawasi kelengkapan proposal dan formulir.  Relakah sivitas akademika FEUI jika nanti dikalahkan pula oleh SBM ITB dan FEB Unair setelah kini dikalahkan secara telak oleh FEB UGM?

Di tahun 2007, FEUI telah mengikuti proses pertama dalam tahapan akreditasi tersebut. Namun, permohonan akreditasi FEUI ditolak karena jarak yang terlalu besar antara kualitas FEUI terhadap standar kualitas AACSB. Kualitas FEUI jauh berada di bawah standar kualitas AACSB! Itu artinya kualitas FEUI belum mencapai kualitas internasional.

Padahal, benefit yang bisa mahasiswa dapatkan apabila memperoleh akreditasi ini adalah dapat menjadi dampak berkelanjutan dalam perbaikan kurikulum perkuliahan. Lulusan dari institusi yang mendapatkan AACSB sudah diakui kemampuannya secara global sehingga dapat lebih mudah melanjutkan studinya ke luar negeri.

#trusakukudupiye

Baca juga:

FEUI, Fakultas Ekonomi Terbaik. Yakin?

FEUI: Dahulu dan Kini Sama Saja?

Advertisements

9 Comments

Filed under business, campus

Bosan dengan Baju Etnik yang Itu-Itu Saja?

Di semester baru ini, biro pendidikan tempat saya kuliah mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk mengenakan baju bermotif batik/ etnik nusantara setiap hari perkuliahan Senin. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta budaya nasional dan pengembangan karakter/ nilai kebangsaan.

baju2

Imbauan ini disambut baik oleh mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa, sivitas akademika lainnya seperti dosen dan karyawan juga banyak yang mengenakan pakaian bernuansa batik/ etnik.

baju1

Bagi saya yang penganut ‘mencintai sesuatu sewajarnya’, mengenakan pakaian bernuansa batik/ etnik bukan hanya tentang menunjukkan rasa cinta pada Indonesia. Pakaian batik/ etnik adalah salah satu modal daya saing produk lokal untuk bersaing secara global. Dengan menggunakan batik/ etnik, secara langsung akan meningkatkan peekonomian Indonesia. Btw, ingat lho ya, cari yang benar-benar produk lokal karena sekarang banyak batik yang beredar di pasaran itu made in China!

Seperti Korea dengan hanbok-nya,

Jepang dengan kimono-nya,

dan Jerman dengan dirndl-nya.

Seperti itulah sebaiknya popularitas pakaian bernuansa batik/ etnik. Pakaian batik/ etnik selalu menawan. Ditambah lagi, selalu ada variasi-variasi baru yang semakin memperkaya produk fashion Indonesia.

Kebanyakan kita memakai batik/ etnik dalam bentuk kemeja. Mungkin kamu bosan dengan baju etnik yang itu-itu saja. Saya baru saja searching inspirasi model pakaian etnik yang unik. Kebetulan saya menemukannya di toko online Zalora. Di sana ada merek riamiranda by Ria Miranda. Karena Ria Miranda adalah wanita asal Sumatera Barat yang memiliki ribuan budaya unik, merek ini didominasi dengan motif etnik Songket Silungkang sebagai motif utama untuk koleksi yang bernama Minang Heritage dan beberapa koleksi lainnya.

Ini nih, contoh koleksi riamiranda…

baju3baju4baju5baju6baju7baju8

Menurutmu, paling bagus yang mana? 🙂

10 Comments

Filed under Uncategorized